Januari 05, 2019

DEKAT PULANG


Assalamualaikum

05 Januari 2019—20:31 WITA

Aku kembali lagi. Kali ini aku ingin bercerita perihal temanku. Seseorang yang kuanggap penting dan sangat berjasa bagi kehidupanku yang membosankan ini. Aku sangat menyukainya sebagai seorang teman. Aku merasa senang jika dia datang, dia selalu membawaku dalam kubangan rasa senang. Hanya dengan keberadaannya saja di sekitarku, sudah cukup untuk membuatku bahagia. Katakan saja aku lebay, alay, atau terserah bagaimana kamu mengatakannya. Aku tidak peduli. Karena beginilah aku. Inilah aku yang sebenarnya. Dan beginilah yang kurasakan.

Dia orang yang sangat baik. Dia mengerti tanpa perlu kujelaskan, tahu tanpa perlu kuberi tahu—dia keturunan cenayang mungkin(?) hehe. Dan dengannya, tak ada hal yang mampu kurahasiakan. Entah apa yang ada pada dirinya, sehingga aku bisa secara bebas bercerita apa saja. Dari hal-hal konyol sampai pada hal yang serius. Dia juga tahu hal tentangku yang bahkan sahabat, orang tua, serta saudaraku tak tahu. Jika aku ingin mengambil suatu langkah, jika aku bingung dalam menentukan pilihan, aku selalu meminta pendapatnya. Aku percaya, bahwa pertimbangan darinyalah yang terbaik. Bukan maksud melupakan Tuhan sebagai pemutuskebijakan sejagat raya, se-semesta. Aku menganggap bahwa dialah perantara yang dikirimkan Tuhan untuk aku menaruh tanya. Bagiku, dia adalah seseorang yang tak bisa kutemukan di tempat lain. Dia adalah satu-satunya di jagat raya ini. Tak ada yang mampu menyerupainya. Tak ada yang mampu menggantikannya. Setidaknya, itu bagiku.

Mungkin malam ini sudah cukup aku bercerita tentang dia. Bukannya bahan cerita tentangnya telah habis, tapi sekarang sudah waktunya aku belajar. Senin depan hingga Jumat adalah masa-masa aku menjalani ujian akhir semester V.

Aku tidak menyangka, tulisan pertamaku di tahun ini adalah tentang dia. Temanku.

Andai saja dalam hatiku belum tertanam nama ‘si pria brengsek sialan tak berperasaan’ itu. Andai saja ‘yang telah dia temukan’ itu adalah aku. Andai saja...

NowListening: DEKAT—Pulang~

Desember 26, 2018

Wei Qi Qi - Love, Exist (爱,存在)

pinyin
Yǔjì zǒng huì wàngle líkāi
Dǎ luò qiángwēi měi cì shèngkāi
Wǒmen jīdòng zhēngchǎo xiāng yōng xiāng'ài
Xiǎngniàn měi yīcì luò dān
Nǐ de wēnróu ràng xīntiào chóngbài

Wǒ yào de ài zhǐ zài nǐ shēnshang cúnzài
Yào bùshì nǐ
Bù huì kū dé xiào dé shǎ dé xiàng xiǎohái
Zài yīqǐ bù jiǎndān bié qīngyì shuō fēnkāi

Nǐ gěi de ài dōu biàn chéng wǒ de yīlài
Yīlàizhe nǐ de wǒ kěyǐ jìnqíng bù yǒnggǎn
Yīnwèi nǐ wǒ xiāngxìn ài cúnzài

In your eyes in your eyes in my life
Wǒ míngbái wǒ qídài ài cúnzài

Rúguǒ ài shì chǎng zuì hōng liè de màoxiǎn
Zhōngdiǎn shì nuǎn shǒu de kǒudài
Xīngxīng gūdān dān zhuìluò zài nà piàn hǎi
Shì nǐ dǎlāo qǐ wǒmen
Bǎ měi dī huài de yǎnlèi cā gān

Wǒ yào de ài zhǐ zài nǐ shēnshang cúnzài
Yào bùshì nǐ
Bù huì kū dé xiào dé shǎ dé xiàng xiǎohái
Zài yīqǐ bù jiǎndān bié qīngyì shuō fēnkāi

Nǐ gěi de ài dōu biàn chéng wǒ de yīlài
Yīlàizhe nǐ de wǒ kěyǐ jìnqíng bù yǒnggǎn
Yīnwèi nǐ wǒ xiāngxìn ài cúnzài

Jiùsuàn néng shānchú jìyì
Jiùsuàn néng fùzhì qínggǎn
Shéi dōu wúfǎ kòngzhì ài
Yīdàn juédìng ài nǐ wǒ bùguǎn wǒ bù huàn
Nǐ jiùshì rèn shéi dōu wúfǎ tìdài
Yeah

Wǒ yào de ài zhǐ zài nǐ shēnshang cúnzài
Zhǐyǒu nǐ zài jíguāng cái yǒu lìliàng biàn dé gèng xuànlàn
Zhǐyǒu nǐ néng xìngfú wǒ huíyì dào wèilái

Nǐ gěi de ài dōu biàn chéng wǒ de yīlài
Yīlàizhe nǐ de wǒ kěyǐ jìnqíng bù yǒnggǎn
Yīnwèi nǐ wǒ xiāngxìn ài cúnzài

In your eyes in your eyes in my life
Wǒ míngbái wǒ qídài ài cúnzài

English Translation
The rainy season will always forget to leave
Falling down the rose every time
We are excited to quarrel and love each other
Missing every order
Your gentleness makes heart beat

The love I want only exists on you
If not you
I won’t cry and laugh like a child
Not easy together, don't say it separately

The love you give becomes my dependence
I can't be brave if I rely on you
Because of you, I believe in love

In your eyes in your eyes in my life
I understand that I'm looking forward to love exists

If love is the most aggressive adventure
The end point is the hand warmer pocket
The stars are falling alone in the sea
You are salvaging us
Dry every drop of bad tears

The love I want only exists on you
If not you
I won’t cry and laugh like a child
Not easy together, don't say it separately

The love you give becomes my dependence
I can't be brave if I rely on you
Because of you, I believe in love

Even if you can delete the memory
Even if you can copy emotions
No one can control love
Once I decide to love you, I don’t care, I don’t change
You are no substitute for anyone
Yeah

The love I want only exists on you
Only when you are in Aurora can you have more power to become more gorgeous
Only you can be happy, I remember the future

The love you give becomes my dependence
I can't be brave if I rely on you
Because of you, I believe in love

In your eyes in your eyes in my life
I understand that I'm looking forward to love exists

Terjemahan Indonesia
Musim hujan akan selalu lupa untuk pergi
Jatuh ke bawah mawar setiap waktu
Kami senang bertengkar dan saling mencintai
Hilang setiap perintah
Kelemahlembutanmu membuat detak jantung berdetak

Cinta yang kuinginkan hanya ada padamu
Jika bukan kamu
Aku tidak akan menangis dan tertawa seperti anak kecil
Tidak mudah untuk bersama, jangan mengatakannya secara terpisah

Cinta yang kamu berikan menjadi kecanduanku
Aku tidak bisa berani jika aku mengandalkanmu
Karena kamu, aku percaya pada cinta

Di matamu di matamu dalam hidupku
Aku mengerti bahwa aku menanti cinta ada

Jika cinta adalah petualangan paling agresif
Titik akhir adalah sapu tangan hangat
Bintang-bintang jatuh sendirian di laut
Kamu menyelamatkan kita
Keringkan setiap tetes air mata yang buruk

Cinta yang kuinginkan hanya ada padamu
Jika bukan kamu
Aku tidak akan menangis dan tertawa seperti anak kecil
Tidak mudah untuk bersama, jangan mengatakannya secara terpisah

Cinta yang kamu berikan menjadi kecanduanku
Aku tidak bisa berani jika aku mengandalkanmu
Karena kamu, aku percaya pada cinta

Bahkan jika kamu dapat menghapus memori
Bahkan jika kamu bisa meniru emosi
Tidak ada yang bisa mengendalikan cinta
Begitu aku memutuskan untuk mencintaimu, aku tidak peduli, aku tidak berubah
Kamu bukan pengganti siapa pun
Yeah

Cinta yang kuinginkan hanya ada padamu
Hanya ketika kamu berada di Aurora, kamu bisa memiliki lebih banyak kekuatan untuk menjadi lebih cantik
Hanya kamu yang bisa bahagia, aku ingat masa depan

Cinta yang kamu berikan menjadi kecanduanku
Aku tidak bisa berani jika aku mengandalkanmu
Karena kamu, aku percaya pada cinta

Di matamu di matamu dalam hidupku
Aku mengerti bahwa aku menanti cinta ada

simplified chinese
雨季总会忘了离开
打落蔷薇每次盛开
我们激动争吵相拥 相爱
想念每一次落单
你的温柔让心跳 崇拜

我要的爱 只在你身上存在
要不是你
不会哭得笑得傻得像小孩
在一起不简单 别轻易说分开

你给的爱 都变成我的依赖
依赖着你的我 可以尽情不勇敢
因为你 我相信爱存在

In your eyes in your eyes in my life
我明白我期待爱存在

如果爱是场最轰烈的冒险
终点是暖手的口袋
星星孤单单坠落在那片海
是你打捞起我们
把每滴坏的眼泪擦干

我要的爱 只在你身上存在
要不是你
不会哭得笑得傻得像小孩
在一起不简单 别轻易说分开

你给的爱 都变成我的依赖
依赖着你的我 可以尽情不勇敢
因为你我相信 爱存在

就算能删除记忆
就算能复制情感
谁都无法控制爱
一旦决定爱你 我不管 我不换
你就是任谁都无法替代
Yeah

我的最爱 只在你身上存在
只有你在极光才有力量变得更绚烂
只有你能幸福 我回忆到未来

你给的爱 都变成我的依赖
依赖着你的我 可以尽情不勇敢
因为你 我相信 爱存在

In your eyes in your eyes in my life
我明白 我期待 爱存在

cr :
chi by baike.baidu.com
pin by yanjunism
eng trans by yanjunism
indo trans by yanjunism

Desember 18, 2018

Sayang-Sayang

Diambil pada 29 November 2019--Setelah hampir 3 bulan tidak berkumpul @mbloh__
~NowListening Meghan Trainor-Friends

Diambil ketika Launching Nama Angkatan Mahasiswa Jurusan Matematika UINAM angkatan 2018 (F18ONACCI)

Desember 15, 2018

Hopeless

Selamat malam kuucapkan kepada yang membaca tulisan ini di malam hari. Jika kamu membacanya bukan di malam hari, maaf saja, aku tidak kenal ucapan selain selamat malam, good evening, jalja-yo, buona notte, gute nacht, oyasuminasai, dan kalinỳchta.

~NowListening Meghan Trainor-Better


Biar kujelaskan tempatku sekarang berada. Aku di rumah, tepatnya... tidak usah kujelaskan ya? Tidak penting kan bagi kamu?

Mengenai judul tulisan ini, sekitar lima belas menit yang lalu aku berkirim pesan via WhatsApp dengan kawanku, Mia. Di suatu bagian aku mengatakan padanya: “I’m hopeless now, wkwkwk”. Jadinya aku menulis dengan menggunakannya sebagai judul.

Oke, before we start let’s pray together, wkwkwk. Berdoa semoga saja kamu tidak lelah membaca tulisan tidak jelas dariku. Semuanya—lagi dan lagi—tentang diriku (yang juga tidak jelas).

Me: Orang ini cantik gak? (mengirimkan foto)
Mia: Lumayan. Dia mancung
Me: Gak, biasa aja
Mia: Iya, dia cantik. Siapa memangnya?
Me: Manusia, kelamin perempuan, dan masih hidup. Kalo gitu saya mundur:’)
Mia: Jangan. Cantik itu relatif. Contohnya kayak itu The Secret of Angel
Me: Cantik ya cantik. Gak usah pake contoh contoh. Saya tau dia cantik:)

Aku menjawab sewot ya? Iya iya tahu.

Mia: Lebih cantik dia sedikit.
Mia: Kau banyak *Kiss Emoticon
Me: Kalimatnya terpisah, jadi beda arti:(. Seandainya tersambung saya baru senang:(
Mia: Lebih cantik dia sedikit kau banyak. Lebih manis kau banyak dia sedikit
Me: Kau bilang begitu karena saya temanmu ya?
Mia: Karena aku sayang kamu. Siapa dia? Gebetannya gebetan? Atau pacarnya gebetan?
Me: Mantan gebetannya gebetan:) eh atau belum mantan mungkin
Mia: Sudah mantan juga. Maju terus pantang mundur

Kata-katanya sudah seperti tim sukses. Hm, tapi aku bukan waktu, yang terus berjalan dan pantang mundur ke belakang. Aku hanya seorang manusia biasa, ada kalanya stagnan di tempat. Tidak bisa kemana-mana. Atau hanya tidak ingin?

Me: Tapi saya sudah mundur. Serius. Kemarin mungkin saya hanya setengah-setengah mengatakannya. Kali ini kau harus percaya. Baru kali ini saya seyakin ini.
Mia: Kenapa kali ini kau yakin?

Sejujurnya pertanyaan ini sulit sekali kujawab. Kutanyakan lagi pada diriku, kenapa ya aku bisa yakin? Kenapa kemarin tidak? Apa bedanya hari ini dengan hari kemarin? Rentetan pertanyaan berseliweran di kepalaku. Dan akhirnya kujawab

Me: Mungkin karena saya sudah menemukan jawaban? Kemarin saya cuma asal menebak-nebak.

Untuk ukuran pertanyaan sebesar air terjun Guaira di Paraguay dan dengan jawaban sekecil biji kacang hijau di loteng rumah, aku hanya dibiarkan untuk terus menabak-nebak. Kadang aku ingin sekali mengumpat, mencerca, memaki, dan segala bentuk kekesalan lain. Namun yang selalu keluar hanya “Sok Misterius Kamu!”, itupun tidak pernah terdengar di telinganya. Nyaliku menjadikannya gumaman yang tertahan.

Mia: Selama janur kuning belum melengkung perjuangkan terus yang kau mau. Tikung dia lewat sepertiga malam
Me: Haha apa ya, lelah adik. Kalo itu sih biar Dia yang mengatur. Intinya saya sudah capek. I’m hopeless now, wkwkwk.
Mia:  Ada orang pernah bilang ke saya selama hal itu masih bisa dicapai oleh akal berarti masih bisa diwujudkan
Me: Okelah saya percaya. Tapi jangan sampai ada harapan lagi, kalo gak kesampaian sakitnya dalem sis.

Percakapan abnormal kami berakhir sampai di situ. Mia tidak lagi membalas pesanku—seringkali seperti itu, parahnya dia sudah membacanya!!!—mungkin karena dia sedang sibuk. Sibuk menyibukkan diri.

Aku ingin menghilang
Sekejap, ataupun untuk waktu yang lama
Terserah semesta
Agar dia mencariku
Setidaknya, agar dia mencariku

Jika buih di lautan lenyap ditelan ombak
Akankah ia dicari?
Paling tidak rasakan ketiadaannya.

(Catatan di suatu malam di bulan Desember. Saat sedang turun hujan)



© TWENTY THREE | Blogger Template by Enny Law